.
you're reading...
FOKUS GORONTALO

Gorontalo Miliki Kekayaan Alam yg Istimewa dimata Internasional

Kekayaan akan Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Gorontalo, mendapatkan tempat yang istimewa di mata dunia.
Demikian paparan Direktur Ilmu Pengetahuan dari Perhimpunan Burung Indonesia (BirdLife Indonesian Association), Yoppy Hidayanto, dalam seminar sehari bertajuk “Menuju Pengelolaan Sumber Daya Alam Gorontalo yang Berkelanjutan. Seminar berlangsung pada Sabtu. (20/11/2011) kemarin.

Dalam kegiatan yang digelar di aula Pasca sarjana Universitas Gorontalo, Limboto itu, Yoppy menjelaskan bahwa Gorontalo sebagai bagian dari Pulau Sulawesi, dikenal sebagai pulau dengan jumlah biota khas tertinggi di kawasan “Wallacea”.
“Sulawesi merupakan kawasan dengan hewan-hewan menyusui (mamalia) yang paling unik di Asia, sohornya wilayah ini telah sampai ke seantero dunia dan menarik para ahli untuk mengkajinya,” kata Yoppy. Hewan seperti Maleo, babi rusa dan anoa barulah sebagian contoh kekayaan hayati Wallace.

Menurutnya tantangan mempertahankan kekayaan tersebut seiring dengan membangun secara lestari, karena pada dasarnya dua hal tersebut saling mendukung. Dia menambahkan, bentang hutan di wilayah itu masih relatif cukup kompak, seperti yang berada di wilayah Pohuwato dan Boalemo.
“Hutan ini terbentang seluas, 340.000 ha dan terdiri dari kawasan hutan produksi, dua kawasan konservasi, dan sembilan kawasan hutan lindung,” kata dia.

Namun disisi lain, lanjutnya, laju kerusakan hutan di Provinsi Gorontalo, terbilang cukup tinggi, mencapai 1.689,2 hektar pertahun atau sebesar 45,17 persen.

Meningkatnya pembangunan di kawasan hutan Provinsi Gorontalo, disebabkan adanya tekanan penduduk, perambahan dan penebangan hutan secara ilegal (illegal logging), konversi hutan untuk perkebunan besar dan permukiman (transmigrasi), perladangan berpindah , serta penambangan emas tanpa izin (PETI) di areal hutan.

Seminar sehari tersebut, digelar atas kerjasama Universitas Gorontalo bekerjasama dengan Burung Indonesia dan Komunitas untu Bumi (KUBU) Gorontalo, dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti lingkungan dan unsur media massa.

Seminar sehari yang dihadiri ratusan peserta itu juga menghadirkan Dr. Razak Umar dari Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI), yang memaparkan materi tentang kemitraan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan ekologi-sosial-ekonomi di Provinsi Gorontalo.[]/ant/trb

Advertisement

About gorontalo news

situs berita online tentang gorontalo korupsi politik ekonomi bisnis iklan gorontalo sejarah gorontalo pariwisata gorontalo hotel

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.